Rabu, 27 Februari 2008

Cerita Bersama Teman


Liburan Ujian Tengah semester terasa begitu menyenangkan dan berkesan, itu semua gara-gara Sukabumi yang memberikan cerita tersendiri karena suasana alam yang begitu mempesona dan bikin kerasan untuk di tinggali, keakraban dan kebersamaan yang terjalin pun masih melekat sampai kini "The Story of Sukabumi" adalah cerita manis nan indah untuk dikenang dan diulang.
Ditemani oleh dinginnya udara di lembah Gunung Gede-Pangrango dan sunyinya suasana semakin menambah pesona alam yang begitu menggoda untuk terus dinikmati, tapi karena waktulah yang tidak mengijinkan kami untuk tinggal lebih lama di tempat itu maka kami hanya dua hari satu malam berada disana. Senang rasanya bila suatu saat nanti bisa ngeCamp di tempat itu lagi dengan personil yang lebih banyak.

KISAH SEEKOR ULAT DENGAN NABI DAUD A.S


Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.
Lalu Nabi Daud A.S. berkata pada dirinya, "Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?"
Sebaik sahaja Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu berkata-kata. Lalu ulat merah itu pun mula berkata-kata kepada Nabi Daud A.S. "Wahai Nabi Allah! Allah S.W.T telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca 'Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar' setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca 'Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim' setiap malam sebanyak 1000 kali.

Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud A.S. "Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?"
Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah S.W.T. maka Nabi Daud A.S. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T.
Begitulah sikap para Nabi A.S. apabila mereka mentedari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T. Kisah-kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa sahaja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.

Selasa, 26 Februari 2008

Bumi Kita


Hari Sabtu 23 Januari 2008
Mendung masih menyelimuti pagi Jakarta, berisiknya knalpot kendaraan sudah mulai menghangatkan suasana.
Pagi itu kesibukan sudah mulai nampak di sebuah tempat di Jl. Utankayu No. 68h, begitu banyaknya manusia di tempat ini dengan berbagai corak dan warna yang berbeda,oh... rupanya ada sebuah acara yang akan dilakukan oleh sebuah lembaga di tempat ini yaitu Green Radio 89,2 Fm. Tiga unit kendaraan bus telah menunggu di pinggir jalan siap mengantarkan mereka dan aku ketempat tujuan yaitu Muara Angke, Jakarta Barat. Hari itu kegiatan yang akan dilakukan adalah penanaman kembali Hutan Bakau yang tinggal sedikit.
Panasnya udara Jakarta dan datangnya musim hujan yang diikuti banjir dan genangan air membuat kota ini makin tak nyaman untuk di tinggali ditambah lagi adanya isue Global Warming yang memberikan andil besar dalam perubahan iklim ini. Hal ini rupanya menjadi perhatian buat Green Radio untuk berpartisipasi menyegarkan kembali udara Jakarta dengan mengajak pendengarnya ikut aktif dalam kegiatan ini yang ikut disponsori pula oleh Perusahaan Gas Negara(PGN), Jakarta Green Monster, KBR68H, KLH, Blue Scope, Unilever dan Operator seluler XL.
Ternyata rame juga acara ini selain diliput oleh berbagai media cetak, televisi dan radio juga dimeriahkan oleh artis ibukota Evan Sanders dan Duta lingkungan hidup Valeria Daniel, pokoknya seru banget deh... rugi lhoo yang ga ikut apalagi waktu laginyebur ke tempat penanaman bakau/ Mangroove yang digenangi air dan lumpur setinggi dada kadang sesekali kita ditabrakin sama ikan Bandeng yang jail dan usil (apa kita yang usil kali yee....).
Tapi itulah yang dapat kita lakukan unutk mengembalikan kembai fungsi tanah, tanaman dan udara dengan semestinya, kita jangan terlalu banyak berharap dengan pemerintah yang sudah kebanjiran gawean dan protes dari para komentator yang sok pinter tanpa melakukan apa-apa, mendingan kita mulai dari hal yang kecil, yang gampang dan bisa dimulai dari sekarang karena bumi ini adalah milik kita bersama, jadi kalau bukan kita mo siapa lagi...? (halah... kayak juru kampanye aje ye....). Tapi bener kok seperti yang di katakan oleh Aa Gym pengasuh Ponpes Daarut Tauhid Bandung tea, bahwa "untuk melakukan suatu perubahan kearah yang lebih baik mulailah dari hal yang paling kecil, mulailah dari yang paling mudah dan mulailah sekarang juga" seperti yang dilakukan oleh Green Radio ini jadi............
Ayooo hijaukan kembali Bumi Kita tercinta... Untuk kita, untuk generasi selanjutnya... Ok's broo...

Sebuah awal

Persahabatan yang diawali dengan kepercayaan, menghargai perbedaan dan berpacu dalam prestasi untuk menciptakan komunitas unggul dalam kelas yang amburadul namun tidak mandul. Sukabumi.... itulah awal cerita terikatnya hati dan perasaan terhadap persahabatan yang kental dengan susana ceria, bahagia, berbagi duka dan menjadi yang berbeda. Cerita dulu nih yee...... Pada awal kuliah aku kenalan pertama dengan seorang teman yang bernama Manasye, dia ini adalah seorang teman yang pinter, jaim, kadang-kadang lucu dan gila, punya obsesi tinggi, setia kawan dan beridealis tinggi dalam perjalanannya aku dan dia menjadi sahabat sohib yang akrab sekali dan terus bertambah dengan teman-teman baru yang lain seperti Shodiq, Selo, Ruslan, Anto, Yuni, Aai, Yoko, Dhani, Isah dan tentunya masih banyak lagi. Hari-hari terus berlalu dengan suasan ceria di kampus tercinta sampai pada akhirnya kukenal dengan seorang wanita berinisial "M" yang dalam perjalananya kami jadi pacaran (cuit... cuit... , laku juga gue yee....) wah seru banget deh tuh pacaran ma cewe yang satu ini banyak hal-hal aneh yang kita lakuin bareng.... (Oops... jangan negative thinking dulu ya...) dan itu berdampak negative yaitu membuatku agak jauh dengan teman-temenku kecuali Sdr. Selo & Shodiq, tapi masa pacaran itu tidak berlangsung lama hanya kurang lebih satu bulan lamanya, indikasi ini sudah aku rasakan sejak pertengahan hubungan kalau dia menyukai salah sorang temanku dan temanku ini juga ngejar terus ceweku ini, aku sendiri pernah menanyakan sikapnya belakangan "Silahkan saja kamu bergaul dan berteman dengan siapapun bagiku itu ga ada masalah dan fine-fine aja, tapi tolong dong jaga sikap baik-baik". Pada awalnya diikuti tapi hanya sekali dan kemudian kembali seperti semula dan beberapa kali aku melihatnya jalan dan semakin dekat dengan temenku itu dan ada seorang teman dekatnya yang memberi tahukanku kalau dia pergi nonton bareng ma temen itu. Hingga pada akhirnya dia si "M" ini menyatakan ingin putus denganku, sedih memang mendengarkan perkataan itu, tapi itu mugkin akan jauh lebih baik dari pada mempertahankan sebuah hubungan yang sarat dengan kebohongan dan ketidak harmonisan. Hanya satu keinginanku saat itu dia berkata jujur tentang alasannya ingin mengakhiri hubungan ini yang sebenarnya sudah kuketahui jawabanya, tapi yang aku ingin ketahui adalah sejauh mana dia bisa berkata jujur walaupun pada akhirnya dia tetap tidak bisa jujur dan akhirnya berakhirlah hubungan itu dengan tetap menyimpan sebuah kebohongan yang sudah kuketaui jawabanya... (oon juga nih cewe yak...). Tapi tak apalah mungkin inilah yang terbaik buatku melangkah lebih pasti...... sahabat-sahabatku yang selalu setia seperti Manasye, Selo dan Shodiq, mereka selalu ada ketika aku sedang dalam masalah dan kesulitan, mulai dari sinilah aku tahu betapa persahabatan itu jauh lebih kekal dan membahagiakan ketimbang sebuah pacaran.... thank's berat kawan..... meraka selalu mensupport dan memberi semangat baru buatku untuk terus melangkah lebih pasti dalam menjemput masa depan.... hingga pada suatu saat tepatnya saat liburan ujian tengah semester (UTS) aku mengeluarkan ide untuk mengadakan Camping di alam bebas yang sunyi dan damai dan terpilihlah Sukabumi sebagai tempatnya dan tepatnya di Salabintana di bawah kaki Gunung Gede dan Pangrango yang kebetulan tidak begitu jauh dari kampung halaman kawanku yang berbama Ruslan, dari sekian banyak teman-teman di kampus yang aku kabari dan aku ajak ke acara tersebut hanya beberapa orang saja yang begitu antusias mengikuti acara tersebut yaitu aku sendiri (Ponce gokil), Selo, Shodiq, Anto, Ruslan, Dani, Yuni dan Yanti. Disini dan di Salabintana inilah tempat penyatuan hati dah keterikatan kami dalam persahabatan, perasaan dan kekompakan yang begitu solid..... dan terus berlangsung sampai sekarang..... dengan bertambahnya sohib baru seperti Aai, Yoko dan Roisah dan tidak lupa kawanku Manasye yang disusul teman yang lain seperti Dion, Bambang, Faton, Fatikhin, Vrety, Durakhim, Prim dan tentu tidak menutup kemungkinan pada yang lain karena kami selalu terbuka dengan siapapun asal bisa saling menghargai perbedaan, kekurangan dan tetap dalam kebersamaan. Thank's 4 all my friends.... I luv yu full..... hahaha..... (gayanya mbah Surip gitu lho...) semoga persahabatan dan kekompakan ini akan terus terjaga selamanya.... Amiin.